Ada Beberapa Budaya Indonesia yang Dinilai Unik Bagi Orang Asing

Ada Beberapa Budaya Indonesia yang Dinilai Unik Bagi Orang Asing

Ada Beberapa Budaya Indonesia yang Dinilai Unik Bagi Orang Asing.Seorang mahasiswi asing asal Jerman bernama Ruth Achterwinter mengunjungi Indonesia bahkan sangat sering dan dirinya mengaku sudah jatuh cinta dengan negeri ini termasuk budaya Indonesia. Namun tetap saja ada beberapa budaya yang menurutnya aneh, lucu, unik bahkan “nyeleneh” baginya. Tentu saja dia tahu bahwa setiap negara memiliki perilaku yang berbeda namun tetap saja mahasiswa Poker Uang Asli yang kuliah di jurusan Asia dan Manajemen ini menganggap berbeda.

 

Apa Saja Budaya Indonesia yang Aneh Menurut Orang Asing

 

Tentu saja bagi orang Indonesia yang berkunjung ke Eropa tahu bahwa masyarakat disana berbeda dengan perilaku di Asia. Mereka terbiasa mengonsumsi roti setiap pagi dan malam hingga ada bir di setiap rumah makan serta tidak boleh mengucapkan ulang tahun pada seseorang jika belum hari-H. Namun bagi Ruth yang berusia 23 tahun, tetap masih ada yang aneh baginya dan berbeda namun tetap umum dan itu dilakukan dimanapun juga tidak peduli daerah atau kota manapun dia berada.

 

Inilah beberapa budaya Indonesia serta perilakunya yang menurut Ruth sebagai orang asing aneh namun dia tetap menghormatinya karena masing-masing negara berbeda antara lain:

Belum kenyang jika belum makan nasi

Seseorang bernama Johanna yang merupakan orang asing pernah ditanya oleh temannya yang orang Indonesia yaitu apakah dia sudah makan atau tidak. Untuk memastikan jika dia sudah makan, maka bukti foto yang berisi makan siangnya pun dikirimkan mulai dari roti, sayuran, kentang dan sebagainya. Kemudian, teman yang berasal dari Indonesia pasti akan bertanya tentang mana nasinya. Ini karena hampir semua masyarakat di Indonesia pasti tidak akan kenyang jika mereka belum menyantap nasi meskipun bagi orang asing, nasi bukan makanan pokok mereka dan tetap bisa kenyang meskipun tidak makan nasi. Tetapi Indonesia dikenal dengan penghasil beras dan sejak kecil, semuanya diberikan nasi sehingga apapun yang dimakan, biasanya mereka akan menyertakan nasi di dalamnya.

Banyak sekali singkatan

Ruth juga pernah bertanya kepada temannya Johanna yang mengambil kuliah dengan jurusan bahasa Indonesia tentang singkatan. Ada begitu banyak singkatan yang digunakan seperti OTW, TKI, Polri, Dubes, Kemensos dan sebagainya. Dirinya pun berpikir apakah pemborosan huruf itu merupakan sebuah kejahatan yang tidak boleh dilakukan dan buruk. Bagi orang asing yang khususnya belajar bahasa Indonesia, singkatan justru sangat sulit untuk mereka pahami. Dia pun bertanya pada Johanna mengapa masyarakat Indonesia sepertinya justru tidak menyukai vokal sedikitpun. Meski tidak mengetahui jawaban, namun orang asing juga tetap beruntung mengingat di internet, mereka bisa menemukan kamus akronim maupun singkatan yang akan menerangkan arti dari kata singkatan itu.

 

Budaya Indonesia yang Baru Dengan Teknologi yang Ada

Selalu difoto

Simon yang merupakan teman Ruth juga baru pulang ke Jerman setelah dia berkunjung ke Indonesia. Selama menjadi turis di dalam negeri, banyak sekali hal sekaligus budaya baru yang dia temukan khususnya budaya modern untuk mengambil foto apapun sebelum melakukan sesuatu. Di Jerman, masih cukup banyak orang yang sedikit skeptis atau tidak senang jika foto mereka diunggah di media sosial apalagi terlalu sering. Namun kebalikannya di Indonesia, apapun yang mereka lakukan harus difoto lebih dulu mulai dari makanan, pertemuan, jalan-jalan, belanja hingga membersihkan rumah sekalipun. Bahkan ketika ada orang yang akan berjalan-jalan, maka yang mereka tanya pertama kali adalah apakah tempat itu “instagramable” atau cocok untuk diunggah di dalam media sosial milik mereka.

Meskipun unik dan aneh, namun bagi Ruth dan teman-temannya asal Jerman menerima dan juga menghargai perbedaan tersebut apalagi mereka belajar budaya Indonesia yang beda dari lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *