4 Fakta Menarik dalam Film A Man Called Ahok

Film dengan judul A Man Called Ahok yang tayang perdana pada tanggal 08 November 2018 ini merupakan film yang menceritakan kisah hidup mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Film Togel online ini merupakan film yang diangkat dari sebuah buku dengan judul sama yang menceritakan kehidupan Ahok di Belitung Timur. Inilah beberapa fakta menarik dari film tentang Ahok, pria keturunan Tionghoa yang mempunyai banyak kisah dalam perjalanan hidupnya.

Bukan Film Politik

Film yang digarap sutradara Putrama Tuta ini tidak menampilkan sepak terjang Ahok di dalam kancah dunia perpolitikan. Dalam film ini justru hampir tidak menceritakan mengenai kisah perpolitikan Ahok, akan tetapi menceritakan mengenai sisi lain dan perjuangan keluarga Ahok sendiri. Selain itu, film ini memperlihatkan mengenai kisah-kisah keluarga keturunan Tionghoa dalam perjuangannya di sekitar Belitung.

Hal tersebut juga diakui oleh Jill Gladys yang mana memainkan peran sebagai adik Ahok, Fifi Lety Indra. Ia mengatakan bahwa dalam film tersebut bukan merupakan film politik, akan tetapi justru lebih mengarah pada film parenting. Jill mengungkapkan hal tersebut sejalan dengan alur film yang lebih tertuju pada kehidupan sisi lain dari tokoh Ahok ini.

Menceritakan Kisah Keluarga Keturunan Tionghoa

Dalam menceritakan kisah Ahok, film ini menceritakan kisah keluarga Ahok yang merupakan salah satu keluarga etnis Tionghoa di Belitung. Selain itu, film ini kental dengan nuansa dan aksen Tionghoa yang terdapat dalam dialog-dialognya. Hal lainnya yang dapat dilihat oleh penonton yaitu mengenai adanya kesetaraan yang diangkat dalam kisah keluarga Ahok ini.

Kebudayaan yang ada dalam keluarga Chinese biasanya cenderung kurang mendengarkan pendapat anak perempuan. Akan tetapi, dalam sisi lain film ini justru menampakkan adanya kesetaraan yang diangkat dengan ditunjukkannya hak yang sama pada anak perempuan dalam keluarga tersebut, yang dalam hal ini merupakan adik dari Ahok itu sendiri. Hal ini tentunya merupakan suatu nilai yang baik yang dapat diambil dari film, dimana hak yang sama untuk anak perempuan dapat ditiru oleh keluarga-keluarga etnis Tionghoa lainnya.

Selain itu, dalam kisah keluarga keturunan Tionghoa ini menceritakan tentang perjuangan seorang ayah. Ayah Ahok, yang diperankan oleh Deny Sumargo, merupakan seorang kepala keluarga yang bukan hanya mementingkan kebutuhan keluarga saja. Dalam film ini diceritakan bahwa ayah Ahok juga terlibat dalam perjuangan untuk kesejahteraan orang banyak, yang dalam hal ini merupakan masyarakat di desanya, di Belitung. Hal lain yang juga dapat dilihat dari perjuangan ayah Ahok yaitu mengenai cara mendidik anak-anaknya. Ayah Ahok mulai dari anak-anaknya masih kecil telah berusaha keras untuk mendidik anaknya supaya berguna bagi orang banyak.

Menampilkan Keindahan Alam Belitung

Film ini juga menyajikan keindahan Belitung yang dapat terlihat dari pantai-pantainya. Selain itu, film ini juga mengajak penonton untuk melihat sisi lain dari Belitung itu sendiri, selain dari keindahannya yang sudah terkenal. Sisi lain yang dihadirkan oleh film ini mengenai Belitung yaitu tentang pertambangan Dan Kerasnya Hidup Dalam Lingkungan Pertambangan Itu Sendiri.

Proses Pembuatan Film Hampir Setahun

Proses pembuatan film yang kini sudah dapat ditonton di bioskop-bioskop di Indonesia ini menghabiskan waktu hampir satu tahun. Proses pengerjaan film mulai dari pemilihan pemain hingga penulisan naskah dan berakhir pada syuting film itu sendiri menjadi suatu hal yang dapat dilihat hasilnya sekarang ini. Dengan demikian, di penghujung tahun 2018 ini penonton sudah dapat menikmati hasil karya dari The United Team of Art bersama dengan keluarga di bioskop kesayangan.