Kekalahan Pemilu Angela Merkel

Kekalahan Pemilu Angela Merkel

Kekalahan Pemilu Angela Merkel, Partai CDU baru saja menerima pukulan yang hebat,

karena mengalami kekalahan yang telak dengan SPD sebagai mitra koalisinya..

Partai yang dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel ini mengalami kekalahan di Bayern,

beberapa waktu yang lalu dan hal ini membuat partai hijau Result SGP pun semakin berjaya.

Sejak hari Minggu tanggal 28 Oktober yang lalu,

partai CDU ini sudah mengalami penurunan ketika pemilu diselenggarakan di negara bagian Hessen.

Kepemimpinan Kanselir, Kekalahan Pemilu Angela Merkel di Hessen dan Bayern

Di negara bagian Hessen, penurunan yang dialami oleh Angela Merkel melalui CDU bahkan hingga 11%,

dibandingkan dengan hasil pemilu yang pernah diselenggarakan pada tahun 2013 silam.

Sementara itu, penurunan tidak hanya terjadi pada CDU saja melainkan juga terjadi pada,

mitra koalisinya yang ada di Berlin yaitu SPD yang mengalami penurunan sama sebanyak 11%.

Sebenarnya memang benar bahwa Cdy masih menjadi sebuah fraksi yang terbesar di Hessen.

Kemungkinan mereka juga dapat melanjutkan lagi pemerintahan dengan menggunakan koalisi bersama,

Partai Hijau yang saat ini berada dibawah kepemimpinan Volker Bouffier yang merupakan perdana menteri saat ini.

Menurut para pengamat politik setempat, hasil pemilu yang terjadi di wilayah negara bagian Hessen ini sepertinya begitu dipengaruhi oleh,

performa yang terdapat di pemerintahan federal saat ini yang berlokasi di Berlin dimana saat ini mereka lebih sering konflik.

Mereka lebih disibukkan dengan adanya pertengkaran sendiri seperti mitra aliansi dari CSU dan CDU,

khususnya untuk kedua pemimpin partai saat ini yaitu Horst Seehofer yang merupakan menteri dalam negeri dengan Kanselir Angela Merkel.

SPD memang selalu mengalami pukulan yang hebat karena kalah di Hessen sejak lama mulai tahun 1946 namun sebenarnya,

suara SPD dan CDU yang menurun drastis ini sebelumnya telah diprediksi dalam seluruh jajak pendapat sebelum pemilu mulai.

Kelompok sayap kiri dari SPD menuntut kembali adanya jajaran pemimpin partai untuk meninggalkan kerja sama atau koalisi

Dijalin dengan CDU di wilayah Berlin dan menjadi oposisi.

Berbagai kalangan saat ini juga ternyata menuntut pemilu yang baru sebab

mereka menilai bahwa pemerintahan yang ada di Berlin sekarang sudah tidak lagi memiliki legitimasi.

Jerman mengadakan dua pemilu yang diselenggarakan di negara bagian Hessen dan Bayern dimana SPD, CSU dan Cdu merosot tajam suaranya.

Ditengah Kekalahan Pemilu Angela Merkel, Partai Hijau Ambil Keuntungan

Kini di tengah-tengah partai lainnya mengalami penurunan tajam, partai yang semakin naik daun adalah

partai Hijau yang mampu mengambil keuntungan dari adanya kelemahan yang terdapat pada pemerintahan Berlin.

Mereka pun memperoleh sekitar 8 poin suara naik sehingga menjadi 19.8%.

Ini menjadikan partai Hijau sebagai kekuatan yang kedua terbesar di wilayah Hessen dan mereka menggusur posisi partai koalisi Angela Merkel

yaitu SPD yang dulu sangat berjaya di Hessen.

Sementara AfD yang merupakan partai populis kanan mampu untuk mencapai suara sekitar 13.1% dan untuk inilah,

mereka berada di seluruh parlemen dalam negara bagian. Namun Hessen masih menjadi negara bagian yang terakhir belum dapat atau mampu ditembus oleh AfD.

Seluruh partai politik pun juga sangat menyesalkan adanya peningkatan suara yang diperoleh AfD karena banyak kontranya.

Saat ini kemelut pemerintahan yang ada di Berlin nantinya menjadi pengaruh hasil pemilu.

Ini diakui juga oleh SPD dan CD, Kekalahan Pemilu Angela Merkel

Banyak sekali hasil jajak pendapat yang menunjukkan jika para pemilih saat ini sudah cukup puas,

dengan apa yang terjadi di Hessen dan mereka pun mulai ramai meninggalkan partai Angela Merkel yaitu CDU dan SPD

sebagai salah satu bentuk protes menuju Berlin. Harus ada yang berubah dalam pemerintahan di Berlin,

seperti yang ditegaskan oleh Ketua Umum SPD dan mereka pun berjanji untuk membuka jalan yang baru bagi pemerintahan.

Seniman Venezuela Menyulap Uang

Seniman Venezuela Menyulap Uang

Harga sembako di Indonesia naik sedikit saja sudah membuat masyarakat mengeluh,

namun apa daya dengan masyarakat Venezuela yang saat ini bahkan tidak bisa membeli satu buah tomat saja.

Seniman Venezuela Menyulap Uang Ini dikarenakan kondisi perekonomian

Venezuela sedang terguncang oleh hiperinflasi sehingga mata uang yang berlaku disana yaitu Bolivar tidak berharga sama sekali.

Namun siapa yang menyangka tumpukan uang ini bisa menjadi ladang togel sydney bisnis di tangan seniman.

Hiperinflasi Membuat Uang Bolivar Menjadi Tas Anyaman di Venezuela

Hingga hari ini, hiperinflasi terus membuat perekonomian di Venezuela menjadi terguncang.

Uang pun menjadi tidak berharga sama sekali dan banyak masyarakatnya yang mengungsi ke negara lain

guna menghindari krisis moneter yang terjadi di negara Amerika Latin tersebut.

Tetapi Edison Infante mampu mengubah Bolivar yang tidak memiliki nilai sama sekali ini menjadi dompet dan juga tas anyaman

yang memiliki nilai sangat tinggi. Bahkan semuanya memang terbuat dari uang kertas asli.

Infante menjual tasnya di Kota Cucuta yang lokasinya berada di perbatasan negara Kolombia sekitar 680 km jika dari Caracas, ibukota Venezuela.

Infante menjual semua hasil karyanya yang terbuat seluruhnya dari uang kertas itu dengan,

harga mulai dari US$ 7 atau sekitar Rp 106.000 sampai dengan US$15 atau sekitar Rp 228.000.

Sangat murah bukan bahkan dibandingkan tas lokal?

Dengan uang asli yang disulap menjadi tas, Infante mengatakan ini cukup memenuhi kebutuhannya.

Selama 2 pekan, Infante mampu membuat dapur di rumahnya dan keluarganya mengebul karena

hasil karyanya di tengah krisis moneter hiperinflasi yang melanda negaranya tersebut.

IMF memiliki prediksi jika tingkat inflasi tahunan yang terjadi di Venezuela ini kemungkinan bisa mencapai sekitar 1.000.000% di akhir tahun 2018 ini.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Venezuela diketahui menciptakan mata uang yang baru dengan nama “Bolivar Berdaulat” dengan nilai sama.

Nilai mata uang yang baru ini sama dengan 100 ribu mata uang Bolivar yang lama akan tetapi,

sepertinya mata uang yang baru ini tetap tidak mampu untuk meredam krisis ekonomi yang sudah terlanjur parah di Venezuela itu.

Justru banyak pihak yang memberikan kritik jika adanya mata uang baru itu akan membuat krisis semakin parah.

Di wilayah perbatasan, dapat dilihat ada banyak sekali penjual mata uang yang tidak resmi duduk di depan meja dengan tumpukan uang Bolivar lama.

Hiperinflasi Membuat Masyarakat Para Seniman Lebih Kreatif

Nilainya ada pecahan 20 ribu, 50 ribu hingga 100 ribu.

Bolivar yang baru itu masih belum tiba juga di Cucuta, Kolombia sampai hari ini.

Banyak sekali orang yang bekerja di Kolombia kemudian mereka menukar sekitar segenggam mata uang Kolombia dalam bentuk koin dengan banyak sekali tumpukan uang kertas Bolivar itu.

Karena hiperinflasi ini, mata uang Bolivar yang nilainya pecahan kecil tidak dianggap sama sekali dan diperlakukan layaknya sampaj yang tidak memiliki nilai sedikitpun.

Justru Infante membeli banyak sekali tumpukan uang tersebut bukan untuk biaya hidupnya melainkan dibuat sebagai bahan untuk anyaman tasnya.

Bahkan satu tumpuk uang Bolivia itu nilainya adalah setara dengan US$ 1 atau sekitar Rp 15.217 sehingga melampaui nilai yang sesungguhnya.

Selain Infante, Jorge Cadero juga berprofesi yang sama untuk membuat tas dari anyaman uang.

Dia mengatakan awal membuat tas anyaman ini hanya menggunakan uang kertas 2 hingga 5 Bolivar.

Namun sekarang, dia tidak pernah menyangka sama sekali bahwa akan menggunakan uang senilai 5000 untuk membuat tas.

Cordero pun juga mengakui bahwa skillnya untuk membuat anyaman tas dari uang kertas ini adalah ketika dirinya dipenjara namun tentu kala itu dia menggunakan kertas pembungkus atau majalah.

Bagi mereka yang berprofesi sebagai seniman anyaman ini,

hiperinflasi masih membuat mereka hidup lebih baik dibandingkan sebagian besar masyarakat yang lain.

Ada Beberapa Budaya Indonesia yang Dinilai Unik Bagi Orang Asing

Ada Beberapa Budaya Indonesia yang Dinilai Unik Bagi Orang Asing

Ada Beberapa Budaya Indonesia yang Dinilai Unik Bagi Orang Asing.Seorang mahasiswi asing asal Jerman bernama Ruth Achterwinter mengunjungi Indonesia bahkan sangat sering dan dirinya mengaku sudah jatuh cinta dengan negeri ini termasuk budaya Indonesia. Namun tetap saja ada beberapa budaya yang menurutnya aneh, lucu, unik bahkan “nyeleneh” baginya. Tentu saja dia tahu bahwa setiap negara memiliki perilaku yang berbeda namun tetap saja mahasiswa Poker Uang Asli yang kuliah di jurusan Asia dan Manajemen ini menganggap berbeda.

Apa Saja Budaya Indonesia yang Aneh Menurut Orang Asing

 

Tentu saja bagi orang Indonesia yang berkunjung ke Eropa tahu bahwa masyarakat disana berbeda dengan perilaku di Asia. Mereka terbiasa mengonsumsi roti setiap pagi dan malam hingga ada bir di setiap rumah makan serta tidak boleh mengucapkan ulang tahun pada seseorang jika belum hari-H. Namun bagi Ruth yang berusia 23 tahun, tetap masih ada yang aneh baginya dan berbeda namun tetap umum dan itu dilakukan dimanapun juga tidak peduli daerah atau kota manapun dia berada.

Inilah beberapa budaya Indonesia serta perilakunya yang menurut Ruth sebagai orang asing aneh namun dia tetap menghormatinya karena masing-masing negara berbeda antara lain:

Belum kenyang jika belum makan nasi

Seseorang bernama Johanna yang merupakan orang asing pernah ditanya oleh temannya yang orang Indonesia yaitu apakah dia sudah makan atau tidak. Untuk memastikan jika dia sudah makan, maka bukti foto yang berisi makan siangnya pun dikirimkan mulai dari roti, sayuran, kentang dan sebagainya. Kemudian, teman yang berasal dari Indonesia pasti akan bertanya tentang mana nasinya. Ini karena hampir semua masyarakat di Indonesia pasti tidak akan kenyang jika mereka belum menyantap nasi meskipun bagi orang asing, nasi bukan makanan pokok mereka dan tetap bisa kenyang meskipun tidak makan nasi. Tetapi Indonesia dikenal dengan penghasil beras dan sejak kecil, semuanya diberikan nasi sehingga apapun yang dimakan, biasanya mereka akan menyertakan nasi di dalamnya.

Banyak sekali singkatan

Ruth juga pernah bertanya kepada temannya Johanna yang mengambil kuliah dengan jurusan bahasa Indonesia tentang singkatan. Ada begitu banyak singkatan yang digunakan seperti OTW, TKI, Polri, Dubes, Kemensos dan sebagainya. Dirinya pun berpikir apakah pemborosan huruf itu merupakan sebuah kejahatan yang tidak boleh dilakukan dan buruk. Bagi orang asing yang khususnya belajar bahasa Indonesia, singkatan justru sangat sulit untuk mereka pahami. Dia pun bertanya pada Johanna mengapa masyarakat Indonesia sepertinya justru tidak menyukai vokal sedikitpun. Meski tidak mengetahui jawaban, namun orang asing juga tetap beruntung mengingat di internet, mereka bisa menemukan kamus akronim maupun singkatan yang akan menerangkan arti dari kata singkatan itu.

Budaya Indonesia yang Baru Dengan Teknologi yang Ada

Selalu difoto

Simon yang merupakan teman Ruth juga baru pulang ke Jerman setelah dia berkunjung ke Indonesia. Selama menjadi turis di dalam negeri, banyak sekali hal sekaligus budaya baru yang dia temukan khususnya budaya modern untuk mengambil foto apapun sebelum melakukan sesuatu. Di Jerman, masih cukup banyak orang yang sedikit skeptis atau tidak senang jika foto mereka diunggah di media sosial apalagi terlalu sering. Namun kebalikannya di Indonesia, apapun yang mereka lakukan harus difoto lebih dulu mulai dari makanan, pertemuan, jalan-jalan, belanja hingga membersihkan rumah sekalipun. Bahkan ketika ada orang yang akan berjalan-jalan, maka yang mereka tanya pertama kali adalah apakah tempat itu “instagramable” atau cocok untuk diunggah di dalam media sosial milik mereka.

Meskipun unik dan aneh, namun bagi Ruth dan teman-temannya asal Jerman menerima dan juga menghargai perbedaan tersebut apalagi mereka belajar budaya Indonesia yang beda dari lainnya.